Pages

Sabtu, 08 Desember 2012

Explorer

Vasco da Gama

Portuguese explorer Vasco da Gama commanded the first fleet that sailed to India from Europe. His voyage opened the first sea route between Europe and Asia.


Vasco da Gama is best remembered as the first European to sail from Europe to India. The sea route he found helped Portugal build a rich empire overseas.

EARLY LIFE
Vasco da Gama was born in Sines, Portugal, around 1469. As a young man, da Gama studied navigation and astronomy. He went on to serve as an officer in the Portuguese navy.
In 1497, the king of Portugal asked da Gama to find a sea route to India by sailing around Africa. This would allow Portugal to control the rich Indian spice trade.
Could da Gama do it? Earlier Portuguese expeditions had rounded the southern tip of Africa. But these trips were long, difficult, and dangerous. Was it possible to travel from Europe to India in a single voyage?

VOYAGE TO INDIA
In July 1497, da Gama set sail from Lisbon, Portugal, with four ships. By January 1498, the expedition reached Mozambique on Africa’s southeastern coast. But Arab traders in Mozambique disliked the Portuguese. They drove da Gama away.
Farther north, on the coast of Kenya, da Gama recruited an Arab sailor to guide his ships across the Indian Ocean. In May 1498, they reached Calicut on India’s coast.
In Calicut, da Gama found pearls, jewels, and wonderful spices for sale. But the king and local merchants refused to trade with the Portuguese. Furious, da Gama sailed away. He arrived in Portugal in 1499 and was honored as a hero.

DA GAMA RETURNS TO INDIA
In 1502, da Gama made a second voyage to India. He returned to Calicut with warships and soldiers. Da Gama sank merchant vessels and killed many civilians. The king of Calicut surrendered.
Da Gama sailed home to Portugal carrying a rich cargo of spice. Portugal soon built a valuable trading empire in India.
In 1524, da Gama made his last voyage to India. The Portuguese king had named da Gama the governor of Portugal’s possessions there. Da Gama died three months after reaching India.

Microsoft ® Encarta ® 2009. © 1993-2008 Microsoft Corporation. All rights reserved.

Selasa, 30 Oktober 2012

All About Sleep

Dogs sleep, cats sleep, and you sleep. All mammals and birds sleep. Scientists are not sure if fish, reptiles, and insects sleep.
Big animals sleep less, and small animals sleep more. Elephants and giraffes sleep only 2 to 4 hours a day. Bats, opossums, and armadillos sleep 18 hours a day or more!
Even kids need more sleep than grownups. A newborn baby sleeps 17 to 18 hours a day. A 10-year-old needs about 10 hours of sleep a night. Grownups need between six and nine hours of sleep a night. Some people need more sleep than others.

WHY DO WE HAVE TO SLEEP?

Scientists do not know for sure why you sleep. They do have some ideas.
Safety could be one reason for sleep. People and other animals might sleep because it keeps them safe at night. It’s hard to see in the dark. Enemies could sneak up and attack animals that are wandering in the darkness. Most mammals and birds go to trees, underground dens, or nests at night. Prehistoric people went into caves or other shelters. They covered up with furs and fell asleep. You go into your home at night and snuggle up in bed.
Sleep might also help your body work better. Things go wrong if you do not get enough sleep. It is hard to think and work and play unless you get plenty of sleep.

WHAT HAPPENS WHEN WE FALL ASLEEP?

Scientists have learned a lot about what happens when you lie down, close your eyes, and fall asleep. They study people in sleep labs.
Sometimes your eyeballs move back and forth while you’re asleep. They move fast. Scientists call this kind of sleep REM sleep. REM stands for rapid eye movement. Your body may twitch during REM sleep. Your brain is also very busy during REM sleep. It is almost as busy as when you are awake. What do you think your brain is doing? Here’s a clue: You dream during REM sleep.
There is another kind of sleep. Your eyeballs do not move. Scientists call this NREM sleep. NREM stands for nonrapid eye movement. Your brain is not very busy during NREM sleep. You go back and forth between REM and NREM sleep all night long.

WHY DO WE DREAM?

Scientists have done many studies on dreams. They think your senses may have a lot to do with dreams. In dreams, you see and hear things. Dreaming is not like thinking about things.
You have feelings during dreams. You may feel happy or angry. You feel fear if you have a nightmare.
Your memories may have something to do with your dreams. Dreams are often like stories that stop before they are finished.

DO DREAMS MEAN ANYTHING?

People in ancient times looked for meaning in dreams. The ancient Egyptians believed dreams could tell the future. Some psychologists think that dreams show what people feel deep inside. They ask people to talk about their dreams.
Some scientists think that dreams have no meaning. They think that dreams just come from nerve signals in your brain. Other scientists think that dreams are important for memory. They may help your brain sort out what to remember and what to forget.

Microsoft ® Encarta ® 2009. © 1993-2008 Microsoft Corporation. All rights reserved.

Rabu, 26 September 2012

RENUNGAN



Rajawali Sang Perwira

      Pada jaman dulu, sering terjadi peperangan antara bangsa Mongolia Barat dengan Mongolia Timur. Bangsa Mongolia Timur yang merupakan bangsa asli berusaha mempertahankan wilayahnya dari Mongolia Barat. Saat itu, hanya panglima besarlah yang layak memberi perintah.
      Di suatu wilayah di Mongolia Timur, terdapat suatu kerajaan besar yang menjadi kunci pertahanan Mongolia Timur. Di kerajaan itu, terdapat seorang perwira gagah berani bernama John Haag von Bosch. Dia adalah perwira keturunan Belanda. Bersamanya, ada satu pasukan yang kuat. Pasukan ini juga menjadi kunci utama perlawanan terhadap Mongolia Barat.
      John Haag, mempunyai seekr Rajawali yang sudah berumur kira-kira dua tahun. Rajawali itu menjadi rajawali kesayangannya, sebab kemanapun ia pergi, rajawali itu selalu diajaknya di atas pundaknya, bahkan saat perang sekalipun. Rajawali ini sudah menolong John dan pasukannya beberapa kali. Saat ada bahaya, rajawali ini selalu memberitahu John dengan cara yang beragam.
      Suatu saat, ada berita bahwa Mongolia Barat akan masuk ke wilayah Mongolia Timur melalui hutan tengah. Semua penduduk dan kerajaan menjadi panic. Kemudian, salah seorang panglima besar bernama Michael Richard memutuskan untuk menyuruh pasukan John untuk menjaga hutan tengah. Dengan persiapan seadanya dan tidak begitu banyak membawa bekal, John dan pasukannya yang berjumlah banyak itu berangkat. Tak lupa, John membawa rajawali kesayangannya itu. Mereka menetap di hutan selama kuranglebih tiga hari. Selama itu, tiada penyerangan berarti dari Mongolia Barat.
      Saat sore hari tiba, John merasa haus yang amat sangat. Kemudian, ia berniat mengambil air dari salah satu sumber air,  yang lokasinya tak jauh dari tempat mereka menetap. John kemudian mengeluarkan suatu cawan dari tanah liat, peninggalan ayahnya. Saat ia ingin meminum air yang sudah  diambilnya dalam cawan, datanglah rajawali tersebut menyalak John. Air dalam cawan itu tumpah. John berpikir, rajawali itu hanya mengajak bercanda, jadi ia biarkan. Saat ia ingin meminum air itu kedua kalinya, rajawali tadi kembali menyalak John. Kali ini, John mulai emosi, sebab cawan peninggalan itu sedikit retak akibat burung itu. Tapi, John masih membiarkannya. Saat ketiga kalinya, John inign meminum air itu kembali, datanglah rajawali itu dari sisi kanan John, tanpa sepengetahuan John. Kali ini, John benar-benar emosi, sebab cawan itu kini sudah menjadi pecah.
      Saat rajawali itu kembali, John segera menangkap dan menggantungnya di cabang pohon besar. Setelahnya, ia mengambil pedang, dan segera mengarahkannya kearah rajawali itu. Rajawali itu pun terbunuh pedang John. Kemudian, John mengubunya di bawah pohon itu. Kembalilah John ke tempat mereka menetap. Tanggaplah seluruh pasukan dan menanyai John dimana rajawali itu. Tetapi John berdiam diri dan segera masuk ke kemahnya.
      Keesokan harinya, John dan kawan-kawannya berniat kembali ke istana mereka. Sebelum berangkat, mereka memutuskan untuk mencari air sebagai bekal di perjalanan. Mereka pun mencari hulu sumber mata ari yang dekat kemah mereka. Setelah sampai, John dan kawan-kawannya terkejut saat ada bangkai raksasa yang sudah membusuk. Bangkai itu tergeletak tepat di atas sumber air itu muncul. Mereka mengurungkan niat mereka untuk mengambil air itu, sebab mereka tahu air itu sudah terkontaminasi oleh bakteri dari bengkai itu. Tiba-tiba, John berlari kembali ke kemahnya dan segera mencari sekop. Ternyata, ia menggali kembali tempat rajawali itu diletakkan. Ia mengangkatnya dan memeluknya erat rajawali yang sudah mati itu. Ia sangat menyesal, dan meneteskan air mata. Ia tahu, bahwa burung itu sebenarnya sudah punya niat baik untuk meengingatkan John. Apabila tidak diingatkan, mungkin John sudah sakit akibat meminum air tercemar itu. Kemudian, datanglah teman pasukannya. Ia berusaha keras membujuk John untuk melupakan dan meninggalkan semuanya, sebab apa ang telah terjadi tak mungkin bisa diulang.
      John pun bangun dan memberesi kemahnya, beserta dengan teman pasukan lainnya. Ia lalu membawa rajawali itu ke istana. Sesampai mereka di istana, mereka diharuskan untuk melapor kepada panglima besar. Sesudah itu, John mencari bahan pengawet dari bahan seadanya. Kemudian ia mengolesinya ke tubuh rajawali itu. Selanjtunya, rajawali itu diletakkan di atas sebatang rantig tebal. Kembali diolesinya tubuh rajawali itu. Kemudian, John menyimpan benda tersebut di ruanggannya, dengan ditutupi pati kaca dilapisi perunggu. Sejak saat itu, John menjadi sadar, bahwa ia harus berani mengingatkan kesalahan orang lain, seperti apa yang telah dilakukan rajawali itu kepadanya. Selama dalam mengingatkan itu, didasarkan pada kasih dan kelemah lembutan. Dan, harus mau menerima apa yang menjadi setiap resikonya.

Senin, 13 Agustus 2012

Olahraga Cabang Lempar


OLAHRAGA CABANG LEMPAR

 

A. Lempar cakram

Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik. Cakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan. Lempar cakram diperlombakan sejak Olimpiade I tahun 1896 di Athena, Yunani.
Cara melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang cakram ada 3 cara, berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan, lepasnya cakram diikuti badan condong ke depan.
Latihan dasar menggunakan ring karet atau rotan
  1. Diawali dengan sikap tegap
  2. Langkahkan salah satu kaki sambil mengayunkan ring ke depan
  3. Lanjutkan ayunan hingga mengelilingi tubuh, jaga agar lengan memegang ring tetap lurus dan berada di bawah ketinggian bahu
  4. Langkahkan kaki lurus ke depan (berlawanan dengan arah tangan). Ikuti gerakan pinggul dan dada ke depan. Kemudian lepaskan ring, ayunkan tangan ke atas dan langkahkan kaki belakang ke depan.
Cara memegang cakram:
Pegang dengan buku ujung jari-jari tangan, ibu jari memegang samping cakram, kemudian pergelangan tangan ditekuk sedikit ke dalam

Mengayunkan cakram
Ayunkan cakram dengan ring ke depan dan ke belakang di samping tubuh. Pada saat mengayunkan cakram, tangan yang memegang cakram direntangkan sampai lurus. Jangan sampai lepas.
 
Gerakan lempar cakram
Ada 3 tahap dalam melempar cakram
  • Persiapan
    • Berdiri dengan kedua kaki dibuka lebar
    • Pegang cakram dengan tangan kanan. Ayunkan sampai di atas bahu sambil memutar badan ke kiri, kemudian ke kanan secara berulang-ulang. Saat cakram diayun ke kiri, bantu tangan kiri dengan cara menyangganya.
  • Pelaksanaan
    • Ayunkan cakram ke depan lalu ke belakang
    • Pada saat cakram di belakang, putar badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas (membentuk sudut 400 )
    • Lepaskan cakram pada saat berada di depan muka
  • Penutup
    • Bantu lemparan dengan kaki kanan agar tercipta suatu tolakan kuat pada tanah sehingga badan melonjak ke depan-atas
Langkahkan kaki kanan ke depan untuk menumpu, sedangkan kaki kiri diangkat rileks untuk menjaga keseimbangan badan

B. Tolak peluru

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Berat peluru:
  • Untuk senior putra = 7.257 kg
  • Untuk senior putri = 4 kg
  • Untuk yunior putra = 5 kg
  • Untuk yunior putri = 3 kg
A. Teknik Dasar Tolak Peluru
Terdapat beberapa teknik dasar dalam tolak peluru, diantaranya : Teknik Memegang Peluru Ada 3 teknik memegang peluru : Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang. Jari-jari agaka rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara. Seperti cara di atas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.
Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
Teknik Menolak Peluru Pengenalan peluru Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke tangan yang lain Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan Sikap awal akan menolak peluru Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.
Cara menolakkan peluru Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan peda peluru harus lurus satu garis. Sudut lemparan kurang dari 400.
Sikap akhir setelah menolak peluru Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.

B. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Tolak Peluru
Cara memegang Awalan Gerakan Tolakan Sikap badan saat menolak.
Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru :  Menyentuh balok batas sebelah atas;  Menyentuh tanah di luar lingkaran; Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah;  Dipangil selama 3 menit belum menolak;  Peluru di taruh di belakang kepala  Peluru jatuh di luar sektor lingkaran; Menginjak garis lingkar lapangan;  Keluar lewat depan garis lingkar;  Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang;  Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan.
Beberapa hal yang disarankan : Bawalah tungkai kiri merendah; Dapatkan keseimbangan gerak dari kedia tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belekang; Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak; Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh peda tungkai kanan; Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran; Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin; Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan; Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri
Beberapa hal yang harus dihindari : Tidak memiliki keseimbanagan dalam sikap permulaan; Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan; Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran; Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan; Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang; Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping; Terlalu awal membuka badan; Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan
C. Peralatan
Alat yang di gunakan : - Rol Meter - Bendera Kecil - Kapur / Tali Rafia - Peluru a. Untuk senior putra = 7.257 kg b. Untuk senior putri = 4 kg c. Untuk yunior putra = 5 kg d. Untuk yunior putri = 3 kg - Obrient : gaya membelakangi arah tolakan - Ortodox : gaya menyamping
D. Lapangan Tolak Peluru
Konstruksi :  Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja ata bahan lain yang cocok yang dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen , aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar anatara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi.  Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu.  Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih.  Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh.  Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.



.